Senin, 28 Juli 2014

0 Disambangi Band Tentara AS, Pesantren Ubah Cara Pandang pada Islam

Pesantren adalah tempat di mana generasi muda Islam dibangun.

ddd
Senin, 3 Maret 2014, 19:42i
Penampilan band AU Amerika Serikat di Pesantren Darul Qalam, Kabupaten Banten, Tangerang.
Penampilan band AU Amerika Serikat di Pesantren Darul Qalam, Kabupaten Banten, Tangerang. | (VIVAnews/Santi Dewi)




VIVAnews - Direktur Pesantren Darul Qalam, Kabupaten Banten, Tangerang, Ustaz Ahmad Zahid Purna Wibawa, menyambut baik saat mendengar rencana Kedutaan Besar Amerika Serikat yang akan mendatangkan enam musisi jazz ke pesantrennya.

Sebab, melalui kesempatan itu, bisa sekaligus dimanfaatkan untuk menepis sentimen negatif selama ini mengenai pesantren.

Demikian ungkap Ahmad, yang ditemui media, sebelum enam musisi yang tergabung dalam band bernama Pacific Clave itu unjuk kebolehan di hadapan kurang lebih 1.500 santri pada Senin 3 Maret 2014.
Ahmad mengatakan bahwa pesantren adalah tempat di mana generasi muda Islam dibangun dan ditempa. "Pesantren bukan tempat munculnya radikalisme dan berkembangnya tindakan teror," kata dia.

Kendati begitu, Ahmad tidak menampik adanya fakta bahwa terdapat pelaku teror yang merupakan alumni suatu pesantren. "Tetapi, dari 15 ribu pesantren di Indonesia, jumlahnya hanya kurang dari satu persen yang memiliki tendensi demikian," ujarnya.

Ahmad turut menegaskan bahwa pesantren di Indonesia sebagian besar menunjukkan wajah moderat Islam dan Islam di Indonesia bisa membuka diri serta menerima perubahan.

"Itulah yang ingin kami sampaikan dengan adanya kunjungan dari band Pacific Clave ini," kata dia.

Sementara itu, bagi personel Pacific Clave yang terdiri atas Marco Antonio Munyoz, Wilfredo Cruz, Geoffrey Douglas Fisher, Anthony Michael Schmaus, Ricky Scot Sweum, dan Joshua Louis Voyles, mengaku senang dapat menyambangi Indonesia, khususnya pesantren. Ini merupakan kali pertama mereka menjejakkan kaki di Indonesia sebagai band.

Dalam kesempatan itu, pemimpin band, Sersan Marco Antonio Munyoz, menyampaikan, kendati mereka tergabung dalam Angkatan Udara AS, tetapi tugas utamanya bermain musik dan membangun kemitraan dengan negara lain.

"Kami tidak melakukan ini sebagai pekerjaan paruh waktu," kata dia.

Kepada VIVAnews, Marco turut berbagi cerita bahwa band semacam ini juga hadir di Angkatan Laut dan Angkatan Darat AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Kepala Pusat Penerangan Kementerian Pertahanan, Brigjen Sisriadi yang dihubungi VIVAnews, TNI tidak memiliki anggota khusus semacam itu dan berkeliling dunia bermain musik.
Yang ada, kata Sisriadi, sebagian anggota TNI yang memiliki kelebihan di bidang seni, lalu diaplikasikan ketika bertugas. "Salah satunya, ketika melakukan misi perdamaian di Lebanon, pasukan asal RI turut mengenalkan kesenian tradisional kepada penduduk setempat," kata dia.

Upaya tersebut, tambah Sisriadi, masuk ke dalam langkah pembinaan teritori. Tujuannya ada dua, yaitu mengenalkan budaya Indonesia kepada penduduk lokal dan menjalin kedekatan dengan warga sekitar.

"Dengan demikian, akan turut memudahkan misi perdamain yang harus ditunaikan di sana," kata Sisriadi.

Bahkan, Sisriadi menyebut, upaya pembinaan lokal itu telah diakui keampuhannya oleh pasukan AS ketika bertugas bersama di Kamboja pada tahun 1990an. Saat itu, pasukan RI bisa sampai membebaskan sandera yang tengah ditawan.

"Hal itu, tidak bisa dilakukan oleh pasukan mana pun yang bertugas di sana," imbuh dia.

Selain menghibur di pesantren, Pacific Clave sudah lebih dulu tampil di pagelaran Festival Jazz, Java Jazz 2014 di JI Expo pada 28 Februari-2 Maret 2014. Rangkaian tur mereka di Indonesia akan berakhir Selasa esok di Pusat Kebudayaan AS, @America dengan berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Budi Luhur. (art)


© VIVA.co.id


















































































0 komentar:

Posting Komentar

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini !!!

- Diharapkan Menggunakan Kata-Kata Yang Santun,Baik. Dan Sopan.
- Berkomentarlah Sesuai Dengan Topik (Relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung Sara, Pornografi, kekerasan, pelecehan.

.:Terimakasih:.
(Haikal Jihad Techno)